Ekspedisi Pedalaman Bulan Ramadhan Arung Jeram Sungai Subayang Jilid 2

0
36

Di sudut pedalaman Riau, masyarakat di desa terpencil dan terisolir masih memerlukan dukungan dan bantuan untuk menata kehidupan mereka.

Tapi sulitnya akses menuju lokasi dan komunikasi memaksa warga desa pasrah pada keadaan.

Sebuah ekspedisi mengarungi arus sedang hingga deras Sungai Subayang, digagas.

Perjalanan sarat penuh dengan hikmah di bulan puasa, terutama dalam menempa karakter personel, keberanian, pengorbanan, daya juang, fisik dan mental serta kekompakan tim.

Para relawan Ekspedisi Pedalaman SIGAP (Sinergi Bangun Peradaban), bersinergi dengan Komunitas Cinta Masjid dan yayasan Cinta Quran Riau, bertajuk Ekspedisi Pedalaman Bulan Ramadhan Arung Jeram Sungai Subayang Jilid 2

Tujuan dari ekspedisi ini yaitu melakukan kegiatan dakwah (Tabligh Akbar, Pengajian dan Pembukaan Rumah Tahfidz Pedalaman); mengantarkan sejumlah bantuan kelengkapan masjid (sajadah imam, karpet masjid dan mimbar masjid) serta bantuan untuk warga (wakaf Al Quran, buku iqro’, baju layak pakai, sembako dan zakat 100%).

Sabtu 23 Maret 2024 pukul 7 pagi,  bertepatan bulan Ramadhan 1445 H, relawan tim ekspedisi pedalaman beranggotakan 5 orang bertolak dari Kota Pekanbaru menuju Dusun Dua Teluk Pendaingan Desa Ludai, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Dengan menggunakan 2 unit kendaraan roda empat jenis minibus dan pick up pengangkut barang logistik bantuan, tim menempuh 3 jam perjalanan jalan darat menuju Desa Gema, kemudian dilanjutkan menggunakan perahu ke lokasi pedalaman.

Setelah menimbang dengan berbagai perhitungan matang, disertai kekuatan doa, 3 unit perahu diberangkatkan membawa tim, sejumlah barang bantuan serta mimbar masjid berbahan kayu jati seberat lebih kurang 300kg, dimuat dalam perahu yang berkapasitas 700kg. Tentu ini beresiko tinggi lantaran tantangan gelombang dan arus sungai yang cukup deras.

Jarak tempuh perjalanan 3 jam menelusuri air pasang sungai dan arung jeram Mandau.

Tim harus berjibaku melawan arus yang cukup deras dikarenakan kawasan hutan Rimbang Baling diguyur hujan sehari sebelumnya.

Alhamdulillah, akhirnya seluruh tim dan mimbar masjid serta barang bantuan lainnya selamat sampai di lokasi.

Warga menyambut antusias dan gembira kedatangan rombongan ekspedisi. Selepas sholat ashar, dilakukan penyerahan sejumlah bantuan kepada pengurus masjid dan warga desa.

“Bantuan ini sangat membantu meringankan kesulitan hidup warga kampung di sini”, kata Pak Manaf tokoh setempat.

Tak lama berselang, warga pun bergegas menyiapkan makanan dan minuman untuk berbuka bersama di masjid Nurul Iman yang telah selesai dibangun dari bantuan donatur SIGAP.

Setelah berbuka puasa dan sholat, dilanjutkan dengan Tabligh Akbar bertemakan Masjid dan Peradaban yang disampaikan oleh Ustadz Usman Asy Syafi’i.

“Jadikan masjid yang telah selesai dibangun ini sebagai pusat kegiatan warga untuk memakmurkan masjid, diantaranya pengajian, mengajarkan Al Quran dan silaturrahmi warga”, pesan beliau.

Keesokan harinya, setelah kajian subuh acara dilanjutkan dengan Pembukaan Rumah Tahfidz Pedalaman yang diikuti 15 orang anak-anak dan guru ngaji, disampaikan oleh Ustadz Abdul Muhib.

“Sudah lama kami menanti bagaimana cara mengajarkan anak-anak untuk menghafal Al Quran di kampung ini, Alhamdulillah Allah SWT menjawab doa kami”, ujar Ibu Yani Kepala Sekolah Dasar di desa tersebut.

Ada pertemuan tentu ada perpisahan. Tunai sudah seluruh amanah, saatnya tim bersiap pulang, dilepas haru oleh warga. Di bawah guyuran hujan tim ekspedisi kembali ke kota Pekanbaru.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dakwah dan penyaluran bantuan telah disampaikan amanahnya dengan baik dan lancar.

Bersyukur kepada Allah SWT seluruh tim personil selamat, sehat dan tetap solid.

Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya -jazakumullah khayran jazaa- disampaikan kepada seluruh tim dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, baik langsung maupun tidak langsung.

Secara khusus kepada donatur muhsinin dan wakifin yang telah memberikan kepercayaan amanah wakaf/infak/sedekah/zakat kepada penyelenggara kegiatan yaitu Yayasan Sinergi Bangun Peradaban.

“Semoga curahan dan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan dana dibalas Allah SWT dengan pahala yang terus mengalir dan dicatat sebagai pemberat amal sholeh di yaumil akhir kelak’, ujar Ihsan koordinator tim ekspedisi. “Dan semoga kegiatan berikutnya memberikan banyak manfaat bagi warga terisolir dan di pedalaman, khususnya di daerah Riau. Insya Allah,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini