Sabtu dini hari, tepat pukul 03.00 WIB, 29 Agustus 2026, suasana di posko Ekspedisi Dakwah Pedalaman (EDP) tampak sibuk. Lima personel tim bahu-membahu memuat logistik dan paket bantuan ke dalam kendaraan. Setiap sudut ruang dipastikan terisi rapi, sebab perjalanan panjang nan menantang telah menanti di ufuk barat. Di antara lima personel, turut juga Ustadz HM. Parlindungan Hasibuan, S.H.I., M.A (Komisi Dakwah MUI Provinsi Riau) dan Ustadz Daeng Mukhlis, SHI, pimpinan Ma’had Wihdatul Hikmah, Pekanbaru.

Ekspedisi menjangkau Pulau Rupat, salah satu pulau terluar di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, bukanlah perkara mudah. Tim harus bersiap menghadapi jarak tempuh yang jauh serta antrean kapal penyeberangan (roro). Setiap langkah memerlukan perhitungan matang dan pemantauan cuaca secara intens demi keselamatan serta sampainya amanah bantuan.
Perjalanan dimulai dari Pekanbaru menuju Pelabuhan Roro Dumai ditempuh selama dua jam, melalui jalur darat. Tiba di pelabuhan, setelah mengantre selama dua jam, tim menaiki kapal. Perjalanan dilanjutkan selama satu jam membelah laut menuju Pelabuhan Tanjung Kapal di Pulau Rupat. Dari pelabuhan, perjalanan dilanjutkan lagi sekitar dua jam menuju posko di Desa Pancur Jaya. Total tujuh jam perjalanan yang ditempuh dari Pekanbaru hingga sampai di posko desa Pancur Jaya pulau Rupat.
Safari Dakwah dan Penyaluran Bantuan
Program ekspedisi kali ini meliputi Safari Dakwah (tabligh akbar, ceramah, dan tausiyah) serta penyaluran bantuan. Bantuan yang dibawa berupa wakaf air sumur bor untuk mushala, Al-Qur’an, buku Iqro, sajadah imam, karpet masjid, dan penyaluran zakat 100%.
Setelah beristirahat sejenak, agenda pertama tim EDP SIGAP adalah mengunjungi Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nurul Yakin di Desa Tanjung Medang yang berjarak satu jam perjalanan. Kondisi sekolah ini cukup memprihatinkan karena belum memiliki sumber air, serta fasilitas tempat wudu dan kamar mandi rusak berat sehingga tidak dapat digunakan. Sekolah ini menjadi salah satu prioritas yang membutuhkan uluran tangan.
Bakda Magrib, tim bergerak menuju Masjid As-Salam untuk menggelar Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyerahkan bantuan. Perjalanan berlanjut ke Pondok Pesantren Tahfizh Al Qur’an Al-Hidayah untuk memberikan tausiyah, motivasi kepada para santri, serta menyerahkan wakaf Al Qur’an.
Keesokan harinya, Ahad pagi, tim melanjutkan agenda penyerahan bantuan pengeboran wakaf air sumur bor di Mushala Al-Muttaqin. Siang harinya, tim menuju Masjid Al-Ihsan di Desa Teluk Lecah untuk melaksanakan Tabligh Akbar Maulid Nabi SAW dan penyerahan bantuan.
Amanah berikutnya disalurkan ke Rumah Tahfidz Al-Huda dan Rohis SMPN 2 Titi Akar, Rupat Utara. Tak berhenti di sana, tim langsung bergerak cepat menyeberang kembali ke Dumai untuk mengisi Tabligh Akbar di dua masjid setempat. Setelah seluruh amanah tuntas tertunaikan, tim bersiap kembali ke Pekanbaru.
9 Titik kunjungan dan penyaluran amanah bantuan dari para donatur disebar ke berbagai titik di Pulau Rupat dan Dumai, antara lain :
1. MDTA Nurul Yakin, Desa Tanjung Medang, Rupat Utara: Survei kondisi sekolah dan koordinasi bersama Kepala Sekolah, Ustadz Syafrianto. Pihak sekolah mengajukan bantuan wakaf sumur bor dan pembangunan fasilitas tempat wuduk/kamar mandi.
2. Masjid As-Salam, Parit Jawa, Tanjung Medang, Rupat Utara: Tabligh Akbar Maulid Nabi SAW dan penyerahan wakaf Al-Qur’an, buku Iqro, sajadah imam, serta karpet masjid (Diterima oleh Ketua dan Pengurus Masjid, Dedi Hariyadi, Herman Zainal dan Nasron).
3. Ponpes Tahfidz Al-Qur’an Al-Hidayah, Sei Pucuk, Teluk Rhu, Rupat Utara: Tausiyah motivasi santri dan penyerahan wakaf Al-Qur’an (Diterima pimpinan ponpes Kiyai Odi Saparudin, S.Tr).
4. Mushala Al-Muttaqin, Desa Sri Tanjung, Kecamatan Rupat: Penyerahan bantuan pengeboran wakaf sumur bor (Diterima oleh Bapak Idris, pengurus mushala).
5. Masjid Al-Ihsan, Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat: Tabligh Akbar Maulid Nabi SAW dan penyerahan wakaf Al-Qur’an serta karpet masjid (Diterima oleh Bapak Sarikin, ketua masjid dan disaksikan kepala desa Teluk Lecah).
6. Rumah Tahfidz Al-Huda, Desa Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat: Penyerahan wakaf Al-Qur’an, buku Iqro, sajadah imam, dan penyaluran zakat 100% untuk guru ngaji mustahik (Diterima oleh Ustadz Sudiarno).
7. Rohis SMPN 2, Titi Akar, Rupat Utara: Penyerahan wakaf Al-Qur’an (Penerima Ibu Supiani, pembimbing Rohis).
8. Masjid Al-Hikmah, jalan Cut nyak Dien, gang Srimulyo, kelurahan Purnama, Dumai: Tausiyah dan penyerahan wakaf Al-Qur’an serta buku Iqro (penerima pengurus masjid).
9. Masjid Al-Muslimin, Jalan Sudirman, Dumai: Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pengorbanan dan Keikhlasan di Jalan Dakwah
Perjalanan ekspedisi kali ini tidak hanya menguras kekuatan fisik, mental, dan pikiran, tetapi juga menuntut strategi matang serta keberanian tinggi dalam menembus tantangan geografis.
Namun di balik lelahnya perjalanan, tersimpan hikmah mendalam tentang arti keikhlasan, daya juang, dan pengorbanan.
“Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih yang seluas-luasnya kepada para donatur dan tim ekspedisi. Terima kasih karena telah bersedia berdakwah jauh-jauh datang ke kampung kami di pulau terluar ini dan memberikan bantuan yang sangat bermanfaat,” ujar Pak Saman, salah satu tokoh masyarakat setempat dengan haru.
Koordinator tim, Ihsan, turut menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh agenda. “Semoga curahan waktu, tenaga, pikiran, dan dana yang telah diberikan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang terus mengalir, serta menjadi pemberat amal saleh di yaumil akhir kelak,” harapnya. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara konsisten demi menebar manfaat bagi masyarakat di wilayah pedalaman Riau.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian agenda dakwah dan penyaluran amanah dari para muhsinin (donatur) berjalan dengan lancar. Seluruh personel Tim Ekspedisi Dakwah Pedalaman kembali ke kota asal dalam keadaan selamat, sehat, dan tetap solid. (MI)

