riautoday.com-Pekanbaru – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau (PLN UID Riau Kepri) bersama DPRD Provinsi Riau memperkuat sinergi dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan akses listrik di Provinsi Riau.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Pembahasan Rencana Program Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan Provinsi Riau yang berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Riau, Senin (7/9). Rapat dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Riau Ma’Mun Solikhin, M.A., Wakil Ketua Komisi IV Darmalis, S.E., beserta jajaran Komisi IV, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau Ismon Diondo Simatupang, S.T., M.T., serta General Manager PLN UID Riau Kepri Didik Wicaksono bersama jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, PLN memaparkan kesiapan sistem kelistrikan Provinsi Riau yang saat ini memiliki daya mampu 2.066 MW, beban puncak 1.669 MW, dan cadangan daya 397 MW. Kondisi ini menunjukkan sistem kelistrikan Riau masih memiliki cadangan yang dapat mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik dan penambahan pelanggan baru.
Penguatan sistem kelistrikan juga menjadi perhatian, khususnya untuk meningkatkan keandalan pasokan di wilayah kepulauan. Pembahasan mencakup penguatan sistem kelistrikan di Bengkalis dan Kepulauan Meranti melalui sistem interkoneksi dengan jaringan listrik Sumatera, sehingga pasokan listrik di kedua wilayah tersebut dapat terhubung dengan sistem grid Sumatera. Selain itu, PLN juga merencanakan penambahan satu Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) menuju Pulau Rupat untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Sementara itu, dalam upaya memperluas akses listrik masyarakat, PLN menargetkan realisasi Program Listrik Dusun pada 2026 sebanyak 72 dusun dengan potensi sekitar 7.000 calon pelanggan. Pembangunan tersebut mencakup jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 192,71 kilometer sirkit (kms) dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 299,83 kms.
Program pemerataan listrik tersebut akan dilanjutkan pada 2027 dengan target 348 dusun lainnya dapat dialiri listrik PLN. Kehadiran listrik di wilayah-wilayah tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di daerah.
Selain memperluas akses listrik, PLN juga mendorong transisi energi melalui Program Konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem hybrid yang direncanakan di 11 lokasi di Provinsi Riau, terutama di sejumlah wilayah kepulauan.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Riau Ma’Mun Solikhin, M.A., mengatakan pihaknya mendukung langkah PLN dalam memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan dan memperluas akses listrik bagi masyarakat.
“Kami mendukung langkah PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan dan memperluas akses listrik hingga ke dusun dan wilayah kepulauan. Sinergi ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Riau,” ujar Ma’Mun.
General Manager PLN UID Riau Kepri Didik Wicaksono mengatakan PLN terus memperkuat sistem kelistrikan sekaligus memperluas akses listrik untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
“PLN terus memperkuat sistem kelistrikan Riau, termasuk melalui pengembangan sistem interkoneksi dan peningkatan keandalan pasokan di wilayah kepulauan. Bersamaan dengan itu, perluasan akses listrik terus kami lakukan agar manfaat listrik dapat dirasakan semakin merata oleh masyarakat,” kata Didik.
Didik menegaskan, PLN juga berkomitmen mendukung transisi energi melalui pengembangan EBT di sejumlah wilayah Riau.
“PLN ingin memastikan pembangunan kelistrikan di Riau berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan energi untuk masa depan,” tutup Didik.

